Polsek Alor Timur Laut Gelar Rembuk Warga Humanis, Kedepankan Mediasi dan Pendekatan Hukum dalam Penyelesaian Permasalahan

Polsek Alor Timur Laut Gelar Rembuk Warga Humanis, Kedepankan Mediasi dan Pendekatan Hukum dalam Penyelesaian Permasalahan

ALOR – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mendorong penyelesaian permasalahan secara damai, Polsek Alor Timur Laut (ATL) melaksanakan kegiatan rembuk warga secara humanis bersama unsur pemerintah desa dan TNI, bertempat di Mapolsek Alor Timur Laut.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Alor Timur Laut, IPTU Gunawan S., S.H., dan dihadiri Babinsa Sertu Philipus Mobo, Kepala Desa Waisika Ocktovianus Manetlau, Ketua BPD Aristarkus Maikameng, Sekretaris Desa Meleaki Kawangko, serta Kaur Keuangan Metusalak Salary.

Rembuk warga tersebut membahas permasalahan dugaan pengancaman terhadap Ketua BPD Aristarkus Maikameng yang berkaitan dengan pembangunan Koperasi Merah Putih oleh Ayub Maiten di rumah dinas SD Negeri 2 Waisika. Dalam permasalahan tersebut, Ketua BPD diduga mendapat ancaman apabila tidak menghentikan pembangunan dimaksud.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek ATL IPTU Gunawan S., S.H., menyampaikan sejumlah langkah yang telah dilakukan pihak kepolisian dalam menangani permasalahan tersebut. Di antaranya, Polsek ATL telah menerima laporan polisi terkait dugaan ancaman serta melakukan upaya mendatangi kediaman pihak terlapor. Namun, hingga saat dilakukan upaya tersebut, yang bersangkutan belum ditemukan.

Kapolsek juga mengajak Kepala Desa Waisika, Babinsa, serta pemerintah RT untuk bersama-sama melakukan pendekatan secara persuasif dengan mendatangi kediaman pihak terlapor. Langkah ini diharapkan dapat membuka ruang komunikasi, mengetahui keluhan maupun persoalan yang menjadi keberatan pihak terlapor, sehingga dapat diupayakan penyelesaian secara baik melalui mekanisme mediasi tanpa mengesampingkan proses hukum yang berlaku.

Kapolsek menegaskan bahwa setiap permasalahan di tengah masyarakat hendaknya disikapi dengan kepala dingin, mengutamakan komunikasi, serta menghindari tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Pendekatan humanis harus tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap asas hukum dan ketentuan perundang-undangan.

Menanggapi penyampaian tersebut, Babinsa bersama Kepala Desa Waisika menyampaikan apresiasi atas langkah dan pendekatan humanis yang dilakukan Kapolsek ATL. Selanjutnya, unsur TNI dan pemerintah desa akan terus berkoordinasi untuk membantu mencari keberadaan pihak terlapor sekaligus mendorong penyelesaian permasalahan melalui komunikasi dan mediasi.

Melalui kegiatan rembuk warga ini, Polsek Alor Timur Laut berharap terbangun sinergi antara Polri, TNI, dan pemerintah desa dalam menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif, serta memastikan setiap persoalan masyarakat dapat ditangani secara profesional, humanis, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

#POLISI BERSAMA MASYARAKAT