Jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026, Polres Alor Intensifkan Sidak Bapokting dan Monitoring LPG, Harga Stabil Stok Terpantau
Menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri Tahun 2026, jajaran Satreskrim Polres Alor melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) meningkatkan pengawasan terhadap stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok dan gas LPG di wilayah Kabupaten Alor.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi lonjakan harga, kelangkaan barang, serta praktik perdagangan yang tidak sesuai ketentuan. Pada Selasa, 19 Maret 2026, sekitar pukul 10.30 hingga 12.30 WITA, tim yang dipimpin oleh Kanit Tipidter AIPDA Asrul S. Mukin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua pusat aktivitas ekonomi masyarakat, yakni Pasar Rakyat Kadelang dan Pasar Rakyat Lipa Kalabahi.

Dalam sidak tersebut, petugas melakukan pengecekan langsung terhadap berbagai komoditas strategis seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, dan telur. Harga yang diberlakukan pedagang dicatat dan dibandingkan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta Harga Acuan Pemerintah (HAP). Selain itu, ketersediaan stok juga dipantau untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan yang berpotensi memicu gejolak di masyarakat.
Petugas juga memberikan imbauan secara persuasif kepada para pedagang agar tetap mematuhi regulasi harga dan tidak mengambil keuntungan berlebihan yang dapat merugikan konsumen. Unit Tipidter menegaskan akan menindak tegas segala bentuk pelanggaran seperti penimbunan, manipulasi harga, maupun praktik perdagangan yang tidak sesuai aturan.
Hasil sementara menunjukkan bahwa harga bahan pokok di wilayah Kabupaten Alor masih relatif stabil dan stok komoditas utama dalam kondisi aman.
Sementara itu, pada Rabu, 18 Maret 2026, Unit Tipidter juga melaksanakan kegiatan monitoring dan pendataan terhadap sejumlah toko dan outlet penjualan LPG di wilayah Kalabahi. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 14.52 WITA ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga LPG di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa harga LPG 12 Kg berkisar antara Rp290.000 hingga Rp330.000, sedangkan LPG 5,5 Kg berada di kisaran Rp165.000 hingga Rp180.000. Namun, sebagian besar toko mengalami kekosongan stok, baik untuk tabung 12 Kg maupun 5,5 Kg.
Kekosongan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca buruk yang sebelumnya menghambat pelayaran distribusi dari Kupang menuju Kabupaten Alor.
Diperkirakan, pasokan LPG akan kembali normal setelah kapal ferry kembali beroperasi dan melakukan distribusi ke wilayah Alor.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan imbauan kepada pemilik toko agar menjual LPG sesuai harga yang wajar dan tidak melebihi kemampuan ekonomi masyarakat. Selain itu, toko juga diminta membatasi pembelian dalam jumlah besar guna mencegah kelangkaan dan memastikan distribusi yang merata.
Secara keseluruhan, upaya yang dilakukan oleh Polres Alor ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi menjelang hari besar keagamaan.
Humas Polres Alor

